From: riau1.kemenag.go.id/index.php
Oleh : Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA.
Pendahuluan
Sebagai salah satu dampak positif dari
kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi
adalah bertambah dan meluasnya tata cara
ummat manusia dalam melakukan usaha-usaha
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai
salah satu tuntutan dari kehidupan, sebab pada
dasarnya di waktu Allah menciptakan
makhlukNya yaitu di waktu manusia dilahirkan,
Allah telah memberikan untuknya rezekinya.
Rezeki itu berupa saham yang dipertaruhkan di
dalam perusahaan dunia ini dimana terdapat
saham makhluk manusia secara merata. Tidak
mungkin seseorang mendapatkan hasil
sahamnya itu tanpa ia berusaha, sebab malas
tidak membawa bahagia bagi manusia.
Memenuhi kebutuhan hidup adalah merupakan
salah satu ajaran agama yang harus dipenuhi
oleh setiap ummat Islam. Hal ini sebagaimana
dijelaskan dalam salah satu firman Allah dalam
�Al-Qur�an sebagai berikut :
Artinya : Dan carilah pada apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan
bahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan
berbuat baiklah (kepada orang lain),
sebagaimana Allah telah berbuat baik
kepadamu, dan janganlah kamu berbuat
kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berbuat
kerusakan.
Didalam ayat lain Allah SWT memerintahkan
ummat manusia untuk bekerja sebab Allah
SWT, RasulNya dan orang-orang yang beriman
akan melihatnya (memberikan imbalan/
balasannya) sesuai firman Allah :
Artinya : Dan karakanlah : �Bekerejalah
kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-
orang mukmin akan melihat pekerjkaan itu,
dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang
mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata,
lalu diberitakannya kepada kamu apa yang
telah kamu kerjakan�.
Pada salah satu hadits, Rasulullah SAW
menjelaskan bahwa kemiskinan itu sangat dekat
dengan kekafiran, sebagaimana sabda
Rasulullah SAW :
Artinya : Kemiskinan itu sangat dekat dengan
kekafiran.
Dari firman Allah dan hadits Rasulullah SAW
tersebut di atas, menjelaskan kepada kita
bahwa sesungguhnya mencari peluang-peluang
baru dalam bidang usaha untuk menghidupi
diri, keluarga dan bahkan menghidupi ummat
Islam secara keseluruhan dalam bentuk
menyiapkan lapangan kerja adalah merupakan
salah satu ajaran agama Islam yang sangat
esensial. Hanya saja yang perlu dijaga adalah
jangan sampai usaha-usaha yang dilakukan itu
melenceng dari rel dan rambu-rambu yang
telah ditetapkan Allah SWT, baik yang
tercantum dalam Al-Qur�an maupun yang
tercantum dan Al-Hadits Rasulullah SAW.
Oleh karena itu maka seluruh potensi yang ada
baik yang ada di langit maupun yang ada di
bumi harus dikembangkan sedemikian rupa
untuk dapat menghidupi ummat manusia
secara keseluruhan. Hal ini sebagaimana
dikemukakan Prof. Dr. M. Umer Chapra,
seorang ahli ekonomi Islam terkenal :
Dengan demikian maka pendayagunaan
sumberdaya manusia secara penuh dan efisien
merupakan bagian tak terpisahkan dari tujuan
sistem yang islami, karena hal ini tidak hanya
membantu pencapaian tujuan kelayakan
ekonomi yang luas melainkan juga
menyadarkan manusia akan harga diri yang
dituntun oleh status mereka sebagai khalifah
Allah. Pendayagunaan sumberdaya material
yang efisien juga merupakan tujuan yang
penting karena menurut Islam, semua sumber
daya di langit dan dibumi diperuntukkan bagi
kesejahteraan manusia dan perlu dipergunakan
dengan semestinya, tanpa menimbulkan ekses
penghambur-hamburan, untuk hal-hal yang
membuat mereka kreatif. Mereka yang karena
sesuatu hal tidak dapat bekerja tetap
mendapat, tanpa dipermalukan atau dicurigai,
bantuan sebagaimana telah diajarkan oleh
Islam dalam program solidaritas sosialnya.
Hal ini perlu ditekankan sebab agama Islam
adalah merupakan sebuah sitem yang
komprehensif dan merupakan jalan hidup yang
sempurna. Islam mengatur setiap persoalan
dengan asas agama (religiusitas). Islam juga
memadukan segala nilai matrerial dan spritual
ke dalam satu keseimbangan menyeluruh agar
memudahkan manusia menjalani kehidupan
yang telah ditentukan oleh rahmat dan kasih
sayang Allah di akhirat nanti.
Salah satu bidang usaha dalam rangka
menghidupi diri, keluarga dan masyarakat di
alam modern sekarang ini dan belum pernah
dilakukan pada masa-masa terdahulu
khususnya pada masa Rasulullah SAW, masa
Shahabat, masa Tabi�in dan pada masa
penyusunan kitab-kitab mazhab adalah
�Bursa Efek�. Bursa Efek adalah
merupakan salah satu institusi terpenting yang
beroperasi dalam pasar modal dan mempunyai
pengaruh yan sangat besar dalam bidang
perekonomian suatu negara terutama negara-
negara yang menjalankan sistem ekonomi
liberal atau kapitalis yang dikenal juga dengan
ekonomi pasar.
Ekonomi negara secara makro (global) disifati
menurut kestabilan, kekuatan dan kemantapan
bursa efek. Ia merupakan cerminan ekonomi
negara, sehingga negara memegang otoritas
dan perhatian yang mendalam terhadap
isntitusi tersebut dengan membuat undang-
undang, peraturan pengawasan dan
pembaharuan (revisi) terus menerus terhadap
peraturan tersebut sehingga ia selaras dengan
perkembangan dan penemuan-penemuan baru,
baik secara regional maupun internasional.
Namun demikian kita dituntut untuk selalu
waspada, sebab persoalan ekonomi
mempengaruhi semua sektor kehidupan
masyarakat.
Pengertian dan Fungsi Bursa Efek
Pemakaian istilah �bursa� untuk
menunjukkan tempat atau transaksi yang
berhubungan dengan surat-surat berharga,
merujuk kepada julukan seorang pedagang
Belgia yang bernama Vander Bourse. Pedagang
tersebut memilki hotel di kota Bruges, Belgia,
yang menjadi tempat bertemunya para
pedagang di kota tersebut. Aktifitas ini terjadi
pada abad ke enam belas Masehi. Defenisi
bursa secara umum berarti : �Tempat
transaksi produk-produk surat berharga di
bawah pembinaan dan pengawasan
pemerintah�.
Adapun fungsi-fungsi terpenting yang dilakukan
oleh bursa effek adalah sebagai berikut :
1. Pengadaan Pasar Berkesinambungan dan
Sempurna (Continus Perfect Market).
Bursa merupakan representasi dari pasar yang
terus menerus, operasional atas surat-surat
berharga di dalamnya dilakukan pada waktu-
waktu kerja yang resmi. Keistemewaan bursa
efek adalah biasanya ia merupakan pasar
sempurna (perfeck Market) dalam arti
ekonomi. Maksud dari kesempurnaan dalam
hal ini adalah : terpenuhinya pengetahuan
penjual dan pembeli atas kondisi pasar. Selain
itu dalam bursa efek tercapai kompetisi bebas,
sehingga penentuan harga berjalan sesuai
dengan hukum penawaran dan permintaan
(supply and demand) kecuali pada waktu
darurat. Selain itu juga dalam transksi bursa
efek terjamin transparansi, yang mana para
pialang (broker) penjual dan pialang pembeli
berkomunikasi dengan cara, kode, harga-harga
tercantum dalam papan yang disediakan dan
dapat dilihat oleh semua orang.
2. Kemudahan investasi Modal
Investasi dalam bursa efek mempunyai
keunggulan dengan mudahnya investasi
tersebut jika dibandingkan dengan bidang-
bidang investasi lainnya. Kemudahan tersebut
terlihat jelas dengan dimungkinkannya untuk
menginvestasikan sebesar apapun harta, baik
kecil maupun besar, untuk jangka waktu kapan
saja baik jangka panjang maupun jangka
pendek, dan hal tersebut tidak membutuhkan
kemampuan pengetahuan ilmu ekonomi yang
tinggi.
3. Mendorong Untuk Menabung dan
Mengumpulkan Harta
Bursa efek merealisasikan keistimewaan bagi
para penabung yang mendorong mereka untuk
memanfaatkan harta dalam bentuk surat-surat
berharga. Keistimewaan tersebut berupa
pemberian keamanan yang sempurna atas
modal mereka dan perolehan keuntungan yang
teratur dari surat-surat berharga yang
dioparsikan dalam bursa tersebut, sebagaimana
institusi ini juga memberikan hak kemudahan
operasional terhadap obligasi kapan saja
dikehendaki. Transparansi yang ada di bursa
juga membantu para pemilik modal untuk
menentukan keputusan yang cocok dalam
berinvestasi.
4. Keseimbangan Harga
Tugas ini dinamakan sebagai arbitrase yaitu
istilah untuk suatu proses penyeimbangan
harga bagi saham tertentu antara beberapa
bursa dalam suatu negara tertentu, jika dalam
negara tersebut terdapat lebih dari satu bursa,
seperti bursa efek Kairo dan Alexanderia di
Mesir atau juga bursa efek Jakarta dan
Surabaya di Indonesia. Adanya bursa efek ini
akan dapat menyeimbangkan gejolak harga
yang sangat tajam antara naik dan turun akan
hilang. Kondisi yang sama juga terjadi pada
saham-saham perusahaan internasional yang
terdaftar (listed) di bursa-bursa internasional.
Faktor-Faktor Keberhasilan Bursa Efek
Agar bursa efek dapat menjalankan tugas-
tugasnya dengan lebih sempurna harus
terpenuhi beberapa syarat tertentu, yaitu :
1. Politik (kebijakan) ekonomi yang baik dan
terarah, jauh dari sikap inefisiensi, rendah dan
boros, menghindarkan pemusatan investasi
pada hal-hal dan barang-barang mewah yang
tidak menyentuh kebutuhan rakyat. Kebijakan
ekonomi yang tidak dikuasai oleh mapia
birokrat.
2. Kestabilan kondisi politik, ekonomi dan
konstitusi yang membantu kestabilan modal
yang dimiliki oleh para pemilik modal yang
loyal terhadap negaranya, dan ingin
No comments:
Post a Comment